Yayasan Cakra Yudha Indonesia dan Mahardika Media Nusantara bersama wujudkan Ketahanan Budaya Nusantara

Yayasan Cakra Yudha Indonesia dan Mahardika Media Nusantara bersama wujudkan Ketahanan Budaya Nusantara

MAHARDIKA-Surabaya Setiap warga negara Republik Indonesia wajib melestarikan dan mempertahankan Budaya Indonesia dengan berbagai bentuk kegiatan, hal ini sesuai dengan konteks Undang-Undang Dasar 1945 yang di sahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945.

 

Yayasan Cakra Yudha Indonesia selalu berpegang teguh pada hal itu, dimana pada Rabu 5/02/2025 melaksanakan kerjasama dengan perusahaan media PT. Mahardika Media Nusantara tentang Publikasi Media Digital Dan Kemanusiaan serta Kebudayaan yang berlangsung di gedung Convensional Hall Empire Palace, embong malang Surabaya.

 

Acara tersebut dihadiri dan oleh Maharaja Kutai Mulawarman PROF. DR. M.S.P. A. Iansyah Rechza. F.W., B.SOC., M.RES., Ph.D, berapaTamu Kehormatan dari Negara Malaysia, Pimpinan Yayasan Cakra Yudha Indonesia DR. (H.C) Anton Hartono, S.H, Pimpinan Redaksi Media Nusantara M.sc, DR (H.C) Roy Agusta Natabraja, Artis Film Maria Eva, seluruh anggota Yayasan Cakra Yudha Indonesia dan beberapa tamu undangan.

 

Maharaja Kutai Mulawarman menyampaikan bahwa "Sangatlah penting bagi semua elemen masyarakat sekarang mengemban tugas Bela Negara dengan mewujudkan Indonesia menjadi Mercusuar Dunia".

 

Bagaimana untuk mewujudkan Indonesia menjadi Mercusuar Dunia yaitu dengan mengembalikan pada Titik Nol tentang kebenaran sejarah bangsa kita sendiri, sedangkan Titik Nol Indonesia itu adalah Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 dan Pancasila yang sebagai azas desentralisasi Indonesia untuk membentuk suatu negara kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekan Indonesia itu tanggal 17 Agustus 1945 dan Negara Indonesia baru lahir tanggal 18 Agustus 1945, kami sebagai putra-putri bangsa Indonesia menyerukan pada seluruh rakyat Indonesia agar memahami bahwa pentingnya persatuan dan kesatuan itu akan membawa Negara Kesatuan Indonesia ini menuju harapan bersama yaitu Indonesia Emas di tahun 2045, imbuh Maharaja Kutai Mulawarman.

 

Ditempat yang sama Anton Hartono juga mengatakan "Harapan kita bisa memberikan informasi yang berimbang tentang peristiwa sosial pada seluruh elemen negara dalam menyongsong Indonesia Emas", jelas Anton. Sedangkan Roy Agustus menyampaikan, pentingnya peran media kita saat ini sebagai sarana sosialisasi sejarah dan budaya bangsa kita, sebagai implementasinya yaitu tetap menjaga Persatuan Bangsa, menjaga nilai budaya serta menjaga UUD 1945 dan Pancasila itulah tugas kami "kalau Tidak! Kami gak bisa tidur!" canda pria yang nyentrik itu.

 

Acara seremonial itu sukses dipandu oleh Maria Eva dengan suasana yang cukup meriah, bertujuan memberikan edukasi secara luas kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang pentingnya mengeksplorasi budaya Nusantara agar kesatuan dan persatuan Negara Republik Indonesia ini tetap lestari.

 

Supriyono anggota Yayasan Cakra Yudha Indonesia juga menanggapi, "saya melihat pemuda-pemudi saat ini sudah tidak menghargai kebudayaan kita, jadi perlu membenahi tata Krama dan Budaya, karena itu adalah warisan leluhur kita, jika itu ditinggalkan maka negara ini akan roboh, untuk itu fungsi dari media adalah memberikan pemahaman sejarah secara benar dan dikemas lebih menarik maka insyaAllah Negara ini akan lebih baik", himbaunya. (MMN)