TRADISI BULAN BUNG KARNO
BULAN JUNI BLITAR DI BAJIRI TOKOH NASIONAL
Kota kecil di pesisir selatan pulau jawa tepatnya Jawa Timur, di mana tokoh pendiri bangsa Ir, Soekarno di semayamkan akan terasa beda. kenapa karena bulan juni akan ada sederet periostiwa besar mulai tanggal 1 juni yaitu hari lahirnya panca sila, 6 juni hari kelahiran soekarno dan 21 juni kembalinya soekarno ke pangkuan ibu pertiwi, moment istimewa tersebut membuat blitar akan terasa sangat sibuk dengan berbagai kegiatan antara lain pawai pedol pusaka dari istana gebang yang terletak di jl sultan agung sampai kantor walikota blitar, acara ini mengawali dari pada kegiatan grebeg pancasila yang di lambangakan dengan arakan buceng guyup lima, di tanggal 1 juni. yang mulai start di alun alun kota blitar menuju perpustakan nasional yang berada satu komplek dengan makam Ir soekarno.
pada tanggal 6 juni sebagai bentuk peringatan lahirnya bung karno sapaan akrab soekarno warga dan pemerintah mengadakan brokohan baik di istana gebang ataupun di area makam bung karno dengan malam hari di gelar wayang kulit sedalu natas. tahun ini mengambil lakon “sang pari kesit ” dengan dalang kondang asal blitar ki rudi gareng. selama hampir enam bulan istana gebang mengalami renovasi yang di inisiasi oleh Partai PDI perjuangan maka di bulan juni ini di adakan berbagai kegiatan mulai tanggal 14-15 juni 2026 baik seminar naisonal yang mengundang tokoh politik seperti Hasto sekjen PDI perjuangan, erlangga dan juga ketum PDI perjuangan HJ, Prof. Dr. (HC). Hj. Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri , untuk meresmikan pembvukaan istana gebang paska renovasi. pesan beliau “ jangan hanya berkunjung ke istana gebang tapi contoh dan lakukan ajaran soekarno warisi apinya jangan abu nya”.
tepat puncak kegiatan hari wafatnya beliau warga bersama sama saling bergotong royong mengadakan selamatan haul yang ke 56 tidak ketinggal sampai di pelosok desa ngadipuro dusun banyu urip kec wonotirto kab blitar, tuan rumah pak sukamto yang memang soekarnois mengadakan kenduri bersama masyarakat dan lembaga relawan serta pengiat budaya, antara lain RIAM relawan INdonesia adil makmur yang di ketuai Eko hadi Sungkowo rohmat soleh, dimar jagat nusantara, pawiyatan budaya jawa, argo jati atmayana, dan segenap tokoh nasioanal, turut hadir raja kutai mulawarman Maharaja Srinala Praditha Alpiansyahrechza Fachlevie Wangsawarman. Menurut eko hadi kegiatan bersama masyarakat ini sudah berjalan sejak 2020 dimana kala itu di laksanakan pas masa covid -19. dan alhamdulliah berjalan sampai saat ini. sengaja kegiatan seperti ini rutin kami lakukan dengan warga sehingga dalam wujud apapaun ini murni dari gotong royong warga atas syukur yang luar biasa terhadap bangsa indonesia, tokoh muda yang lahir 29 juni 1983 ini selain aktif di kegiatan peringatan hari besar tentang soekarno juga terlihat aktif di berbagai kegiatan budaya, sehingga bagi para pelaku seni budaya keberadaan dan kpirah beliau tidak asing lagi.
adapun kegiatan ini pertama kali di adakan di desa karang bendo kec ponggok kab blitar di rumah bapak bondan widodo selaku tokoh seniman dan juga guru kader nasioanalis, di tahun berikutnya tahun 2021 di adakan di desa jaring kec sutojayan di gedung milik bapak didik budianto selaku anggota dprd kab blitar fraksi pdi perjuangan. 2022 di adakan di desa dandong kec srengat kab blitar yang di hadiri langsung oleh cucu soekarno dan juga wakil bupati rahmat santoso kala itu, 2023 di adakan sederhana di kec kanigoro kab blitar , 2024 di adakan di semen krisik gandusari 2025 di adakan di kec. sutojayan di rumah ki satrio selaku tokoh soekarnois dan 2026 di adakan di banyu urip ngadipuro kab blitar, semoga kegiatan kegiatan positif untuk mengenang jasa pahlawan akan terus bersinergi dan di laksanakan secara konsisten sebagai wujud mikul duwur mendem jero terhadap jasa para pahlawan bangsa inidonesia tutup beliau.
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2020/02/06/10011631/raja-kutai-mulawarman-kami-ingin-angkat-warisan-adat-dan-budaya?page=all.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Komentar via Facebook