Toni Setiawan: Petani Adalah Panglima Bangsa, Jika Mogok 3 Hari Jakarta Bisa Kelaparan!
Pangadaran - Koperasi Produsen Salawe Jajar Bumi Pasundan (KSBP) GROUP menggandeng PT. Kemuning dan Rekan menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Ketahanan Pangan yang tak biasa.
Bukan sekadar penyuluhan. Ini adalah deklarasi: bahwa masa depan pangan Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada impor.
Acara yang dipusatkan di Pangandaran ini dihadiri langsung oleh trio pimpinan KSBP: Andi Bagas Saputra (Ketua Umum), Toni Setiawan (Ketua Dewan Pembina), dan Arsinta Tyas Dhiyani (Bendahara Umum), bersama CEO Galuh Pakuan , Ridwan. Hadir pula perwakilan DPRD Pangandaran Fraksi PDIP, Karang Taruna, serta petani binaan dari Ciamis, Purwakarta, Cirebon, hingga Bekasi.
Bukan Hanya Menanam, Tapi Menanamkan Kesadaran
Penyuluh Lintas Sektor asal Cirebon, R. Slamet Jubaedi, membedah 7 komoditas yang selama ini dianggap sepele, padahal bisa jadi senjata melawan ketergantungan impor:
1. Padi & Sorgum : Jika padi adalah masa kini, sorgum adalah masa depan. Sorgum yang tahan kekeringan dan bebas gluten disebut sebagai pengganti gandum yang selama ini impornya menguras devisa triliunan.
2. Jagung : Bukan sekadar pakan ternak, tapi gudang vitamin A, C, E untuk kesehatan mata dan jantung.
3. Sacha Inchi : Bintang baru. Kacang asal Amazon yang kini dibudidayakan KSBP ini dijuluki "emas hijau". Kandungan Omega 3-nya 17 kali lebih tinggi dari ikan salmon, mampu lawan kolesterol dan tingkatkan kecerdasan anak.
4. Garam & Gula Kelapa : Dua komoditas yang ironisnya Indonesia masih impor. Padahal garam lokal kaya mineral dan gula kelapa indeks glikemiknya rendah, aman untuk diabetes.
5. Ikan Tawar & Ayam Kampung : Sumber protein murni tanpa suntikan kimia, kunci atasi stunting.
Pernyataan Tegas: Petani Adalah Panglima
Suasana memanas ketika Ketua Dewan Pembina KSBP, Toni Setiawan, mengambil mikrofon.
"Banyak yang bilang petani itu beban. Saya bilang, petani itu pahlawan dan panglima sesungguhnya bangsa ini! Kalau petani mogok 3 hari saja, Jakarta bisa kelaparan. Di tangan merekalah kedaulatan bangsa ini dipertaruhkan," tegas Toni, disambut tepuk tangan para petani.
Ketua Umum KSBP, Andi Bagas Saputra menambahkan, koperasi ini tidak main-main. Program ini akan dikawal dari hulu ke hilir.
"Kami tidak hanya beri bibit, tapi kami dampingi sampai pasca panen, sampai produknya punya nilai jual. Ini model koperasi produsen yang sesungguhnya, bukan koperasi simpan pinjam," ujar Andi Bagas.
Langkah dari Pangandaran ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan tidak dibangun di gedung DPR, tapi di sawah, di kebun, dan di kolam ikan.
Langkah dari Pangandaran ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan tidak dibangun di gedung DPR, tapi di sawah, di kebun, dan di kolam ikan.
Komitmen tersebut mendapat sambutan antusias dari para petani peserta. Salah satunya, Mulya perwakilan petani dari Cirebon mengaku baru pertama kali mendapat pembekalan selengkap ini, mulai dari teknik tanam hingga cara menghitung nilai gizi jual.
"Kami selama ini hanya tahu menanam. Sekarang kami tahu, yang kami tanam ini nilainya mahal, bisa jadi obat dan bisa lawan impor," ujarnya.
Dengan berakhirnya BIMTEK ini, KSBP GROUP menegaskan akan membuka posko pendampingan di 4 daerah: Ciamis, Purwakarta, Bekasi, dan Cirebon sebagai pilot project kedaulatan pangan berbasis koperasi produsen.
Dari Pangandaran, pesan itu jelas: kedaulatan pangan adalah harga mati, dan petanilah panglimanya.
Sumber: KSBP GROUP Pangandaran, 27 September 2026

Komentar via Facebook