Majelis Adat Indonesia (MAI) Sampaikan Selamat Kepada Kapolri Suyudi Ario Seto, Apresiasi Kepemimpinan Listyo Sigit
JAKARTA — Sekretaris Jenderal Majelis Adat Indonesia (MAI), YM. Dato’ M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, menyampaikan ucapan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah baru sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
“Atas nama keluarga besar Majelis Adat Indonesia, kami mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Semoga amanah, diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas serta senantiasa mengedepankan keadilan, ketertiban dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rafik.
Menurut Rafik, dalam perspektif adat Nusantara, kepemimpinan bukan semata-mata jabatan, melainkan amanah dan tanggung jawab moral. Karena itu, MAI berharap kepemimpinan Kapolri Suyudi dapat semakin memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat serta membangun ruang dialog yang baik dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk para pemangku adat.
“Adat mengajarkan bahwa pemimpin harus mampu menjaga keseimbangan, marwah dan ketertiban dalam kehidupan bersama. Nilai tersebut sejalan dengan semangat menjaga persatuan, keamanan dan keharmonisan masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Rafik menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas pengabdian selama memimpin Polri. Listyo Sigit menjabat Kapolri sejak 27 Januari 2021 hingga pergantian kepemimpinan pada 1 Oktober 2026 dan kini mendapat amanah sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
“MAI menghormati pengabdian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selama menjalankan amanah sebagai Kapolri. Pergantian kepemimpinan adalah bagian dari perjalanan pengabdian kepada negara. Kami berharap pengalaman dan pengabdian beliau terus memberi manfaat bagi bangsa dan negara dalam amanah yang baru,” tutur Rafik.
MAI berharap estafet kepemimpinan Polri dari Listyo Sigit kepada Suyudi Ario Seto dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat penegakan hukum, pelayanan masyarakat, serta sinergi dengan masyarakat adat. Bagi MAI, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan bagian penting dari upaya menjaga marwah kehidupan berbangsa, "Adat dijunjung, budaya dilestarikan, Nusantara dipersatukan" tandasnya menjelaskan.(Red)

Komentar via Facebook