Leo Situmorang Tegaskan FBO Indonesia Fokus Cetak Atlet Muda, Giat Sabuk Perdana Siap Digelar di Solo
Teks Gambar: Tampak saat potret bersama dengan pengurus pusat FBO Indonesia di Solo,ist
Jakarta — Ketua Satgasus Percepatan Freestyle Boxing Organization (FBO) Indonesia, Leo Situmorang, menegaskan bahwa FBO hadir sebagai gerakan nasional pembinaan olahraga bela diri yang berorientasi pada pencarian dan pembentukan bibit-bibit atlet muda profesional dari seluruh Indonesia
“Intinya, FBO Indonesia ingin menjadi ruang lahirnya atlet-atlet handal dan profesional. Kita ingin menjaring potensi terbaik anak bangsa dari seluruh daerah, lalu membina mereka secara terstruktur, berdisiplin, dan bermartabat,” ujar Leo Situmorang, (24/12)
Menurutnya, Freestyle Boxing merupakan olahraga kombinasi dari berbagai aliran bela diri yang disatukan dalam satu sistem pertandingan beraturan, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas. Karena itu, FBO membuka peluang besar bagi generasi muda yang ingin berprestasi di jalur olahraga profesional.
Sebagai langkah konkret, Leo menyampaikan bahwa setelah melalui serangkaian koordinasi dan konsolidasi ke daerah, khususnya di Provinsi Jawa Tengah, FBO Indonesia kini memusatkan perhatian pada Giat Sabuk Perdana FBO Indonesia yang akan digelar di Kota Surakarta (Solo) pada 25 Januari 2026.
“Event ini bukan sekadar pertandingan, tetapi panggung nasional untuk memperkenalkan Freestyle Boxing sebagai olahraga prestasi dan membuka jalan bagi atlet-atlet muda menuju jenjang yang lebih tinggi,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum FBO Indonesia, Ferdinand Weimar DJ CH, menegaskan bahwa FBO dirancang sebagai wadah pemersatu anak bangsa, sekaligus rumah besar pembinaan generasi muda di bidang olahraga tinju dan bela diri.
“FBO Indonesia adalah rumah kita bersama, dari kita dan untuk kita. Kami berkomitmen membangun organisasi ini secara profesional, aman, dan berkelanjutan,” ujar Ferdinand.
Ia memastikan bahwa pelaksanaan Giat Sabuk Perdana FBO Indonesia telah dipersiapkan secara matang, termasuk dari sisi pengamanan dan teknis pelaksanaan.
“Insya Allah, giat sabuk perdana ini akan berjalan dengan baik, aman, dan terkendali. FBO Pusat bersama FBO Jawa Tengah, serta didukung unsur TNI dan POLRI, telah siap secara maksimal,” katanya.
Ferdinand juga mengajak seluruh jajaran Dewan Pelindung, Dewan Penasihat, Dewan Pembina, para senior, dan mentor untuk memberikan doa dan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa FBO akan selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas, persatuan, dan NKRI Harga Mati.
Dalam rangka memperkuat koordinasi lintas sektor di Jawa Tengah, jajaran pimpinan pusat FBO Indonesia melakukan silaturahmi dan audiensi strategis dengan sejumlah tokoh penting di Kota Surakarta. Dalam agenda tersebut, Ketua Umum FBO Indonesia didampingi langsung oleh Leo Situmorang, Ketua DPD FBO Indonesia Jawa Tengah Hasan, S.H., beserta jajaran pengurus.
Audiensi dilakukan dengan Dandenpom IV/4 Surakarta Letkol Cpm Rifky Nurachman, S.H., Kapolres Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H., Danlanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han., serta Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira.
Dalam pertemuan tersebut, Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah FBO Indonesia yang dinilai memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, disiplin, dan semangat kebangsaan atlet muda melalui olahraga.
Konsolidasi di Solo ini menjadi momen krusial untuk mematangkan seluruh persiapan teknis Pertandingan Freestyle Boxing Perebutan Sabuk Ketua Umum FBO Indonesia, yang diprediksi akan menyedot perhatian luas pecinta olahraga tinju nasional.
Selain itu, Leo Situmorang menambahkan bahwa FBO Indonesia juga tengah melakukan pencarian kandidat ketua daerah di seluruh provinsi. Hingga saat ini, hampir 10 DPD telah resmi bergabung, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Lampung.
“Harapan kami, FBO Indonesia tumbuh solid dan kuat. Menjadi rumah besar bagi anak bangsa, khususnya atlet dan komunitas olahraga, untuk berkembang secara sehat, berprestasi, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas,” tutup Leo.
Giat Sabuk Perdana FBO Indonesia di Solo, 25 Januari 2026, diharapkan menjadi awal sejarah baru Freestyle Boxing Indonesia, sekaligus panggung lahirnya juara-juara masa depan.
Redaksi Media MAHARDIKA NUSANTARA/ Bar.S

Komentar via Facebook