Ketua Umum PSHT: Parluh Ditunda, Perjuangan Tetap Jalan
mahardikanusantara.id — Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Ir. Muhammad Taufik, S.H., M.Sc., menegaskan bahwa penundaan pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) di Madiun merupakan langkah organisasi untuk menjaga kondusivitas dan mencegah terjadinya gesekan di tengah masyarakat.Madiun, 26 September 2026
Menurut Muhammad Taufik, penundaan tersebut bukan berarti berhentinya perjuangan organisasi. PSHT tetap berkomitmen memperjuangkan agar Parapatan Luhur dapat dilaksanakan secara resmi di Padepokan Agung Madiun pada waktu yang ditentukan kemudian.
“PSHT datang dengan niat baik, mengikuti aturan dan menghormati hukum. Karena itu, setiap persoalan akan kami selesaikan melalui jalur organisasi dan hukum, bukan melalui keributan,” tegas Ketua Umum PSHT Ir. Muhammad Taufik, S.H., M.Sc.
Jalur Hukum dan Diplomasi Organisasi
Muhammad Taufik menegaskan bahwa berbagai persoalan terkait legalitas dan dinamika organisasi telah dipercayakan kepada Tim Hukum PSHT untuk ditangani secara profesional dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Koordinasi dan langkah diplomasi juga terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk jajaran Mabes Polri, Polda, hingga Komisi III DPR RI.
Di sisi lain, pengurus yayasan terus melakukan inventarisasi serta upaya penyelamatan aset-aset organisasi agar pengelolaannya dapat berjalan sesuai ketentuan hukum dan kepentingan organisasi.
Tidak Ingin Ada Keributan di Madiun
Ketua Umum PSHT kembali menegaskan bahwa PSHT tidak menghendaki terjadinya bentrokan maupun kerusuhan di Kota Madiun.
“Madiun adalah tanah kelahiran PSHT. Justru karena itu, kita harus menjaga Madiun. Jangan sampai ada pihak yang memprovokasi atau mengadu domba sehingga persaudaraan dan ketenteraman masyarakat menjadi korban,” ujarnya
Ia mengajak seluruh warga PSHT untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat
PSHT juga meminta seluruh pihak mengedepankan prinsip kepastian hukum, netralitas, dan perlakuan yang adil dalam menyikapi dinamika yang berkembang
Taufik: Warga PSHT Harus Tetap Taat Hukum
Menurut Muhammad Taufik, kekuatan PSHT tidak dibangun melalui konflik, melainkan melalui persaudaraan, kedisiplinan, kepatuhan terhadap hukum, dan pengabdian kepada masyarakat
Karena itu, seluruh warga PSHT diminta tetap menjadi pribadi yang berbudi luhur, menjaga ketertiban, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, organisasi maupun masyarakat
“Kita harus tetap menjadi orang merdeka yang taat hukum, berbudi luhur, dan memberikan manfaat bagi sesama. Itulah yang harus kita tunjukkan kepada masyarakat,” tegasnya
Permohonan Maaf kepada Masyarakat Madiun
Pengurus Pusat PSHT menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Madiun apabila rangkaian kegiatan menjelang Parluh menimbulkan ketidaknyamanan
PSHT berharap kehadiran warga dari berbagai daerah tetap memberikan manfaat bagi masyarakat Madiun, termasuk bagi pelaku usaha dan UMKM lokal
Ketua Umum PSHT juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Madiun tetap aman, tertib dan kondusif
“Perjuangan tetap berjalan. Namun perjuangan itu harus dilakukan dengan kepala dingin, melalui organisasi, melalui hukum, dan dengan tetap menjaga persaudaraan. Kami tidak ingin ada keributan di Madiun,” pungkas Ir. Muhammad Taufik, S.H., M.Sc.
Humas Pusat
Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)

Komentar via Facebook