Kedepankan Tabayyun dan Jaga Ketenangan Santri, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Mundur dari Jabatan
MATARAM - Pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat, Wannafahat Bunkate, menggelar konferensi pers di Hotel Kautaman, Mataram, Rabu (23/9/2026) malam. Pertemuan yang didampingi tim kuasa hukum tersebut digelar untuk meluruskan pemberitaan yang beredar beberapa hari terakhir terkait rekaman suara yang diduga miliknya.
Di hadapan awak media, Wannafahat menegaskan rekaman yang viral di portal berita dan media sosial itu tidak benar. Ia menjelaskan, rekaman tersebut merupakan bagian dari proses tabayyun internal yang belum tuntas, namun telah disebarkan tanpa verifikasi dan konfirmasi yang berimbang.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral demi menjaga ketenangan proses belajar mengajar dan keutuhan keluarga besar pondok, ia menyatakan ikhlas mengundurkan diri dari jabatannya.
"Saya ikhlas mengundurkan diri dari jabatan di lembaga ini, semata-mata demi kelancaran proses belajar mengajar dan ketenangan seluruh warga Ponpes Abul Barokat. Persoalan ini adalah urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan keberlangsungan pondok pesantren," ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemberitaan sepihak yang telah beredar telah berdampak pada kondisi psikologis keluarga dan lingkungan pesantren. Oleh karena itu, pihaknya akan menempuh jalur hukum secara bermartabat sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai ikhtiar menjaga nama baik dan kehormatan lembaga.
Di akhir pernyataannya, pihak Ponpes Abul Barokat memohon kepada seluruh rekan media untuk mengedepankan prinsip tabayyun dan keberimbangan dalam pemberitaan, serta berkenan memuat hak jawab ini secara utuh sebagai wujud keadilan informasi.
Pihak Ponpes juga mengajak seluruh wali santri, alumni, dan masyarakat untuk tetap husnuzan, menjaga ketenangan, dan mempercayakan proses ini kepada pihak yang berwenang, sembari tetap fokus pada kegiatan pendidikan dan dakwah di Pondok Pesantren Abul Barokat.
Laporan: Nujumuddin

Komentar via Facebook