KDYMM YANG DIPERTUAN AGUNG DIRAJA NUSANTARA ANUGERAHKAN SABDA KEPADA RADEN AYU TATI HAYATI SEBAGAI BANGSAWAN DIRAJA NUSANTARA DAN PENJAWAT HAK PATEN PAKAIAN ADAT BANGSAWAN DIRAJA NUSANTARA*
GARUT, 15 Juni 2026* – Bertepatan dengan prosesi sakral *Mapak Pabaru 1 Muharram 1448 Hijriah* dan *Ngalungsur Jimat Mandala Dipuntang*, *KDYMM Yang Dipertuan Agung Diraja Nusantara Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza, FW, PhD - Maharaja Kutai Mulawarman* menganugerahkan Sabda Kebesaran kepada *Raden Ayu Tati Hayati*.
Penganugerahan berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 di Mandala Dipuntang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sabda ini teregistrasi dengan *Nomor-Reg.Diraja Nusantara 16271506-2026* dan disaksikan oleh *Yang Dipertuan Dewan Pancanegara Diraja Nusantara Dr. (H.C.) Haryang Cepi S. Kusuma, S.Pd. - Danghyang Tarumanegara*, para pemangku adat, serta kerabat keraton se-Nusantara.
*LANDASAN HUKUM SABDA*
Sabda Kebesaran ini ditetapkan dengan berlandaskan *Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0013969.AH.01.04 Tahun 2026*, sebagai badan hukum bagi wadah berhimpun dan pemersatu sosial Serumpun Diraja Nusantara, serta nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya luhur Nusantara.
Atas dasar tersebut, *Raden Ayu Tati Hayati* berhak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam melestarikan peninggalan dan warisan leluhurnya, serta membangun kembali kebudayaan dan adat istiadat bersama Serumpun Diraja Nusantara.
Melalui Sabda ini, *Raden Ayu Tati Hayati* dikukuhkan sebagai *Bangsawan Diraja Nusantara* dan mengemban amanah sebagai *Penjawat Hak Paten Pakaian Adat Bangsawan Diraja Nusantara*.
*AMANAH MENJAGA MARWAH PERADABAN*
Sebagai Penjawat Hak Paten Pakaian, Raden Ayu Tati Hayati menerima titah untuk:
1. *Melestarikan* rancang bangun, motif, warna kebesaran, sulaman emas, filosofi, dan tata cara pemakaian Pakaian Adat Bangsawan Diraja Nusantara sebagai warisan leluhur.
2. *Membangun kembali* kebudayaan dan adat istiadat kebangsawanan sebagai jati diri bangsa yang beradab.
3. *Menjaga martabat* dan hak ulayat adat agar pakaian kebesaran tidak disalahgunakan, tidak dikomersialkan tanpa adab, dan tidak diubah makna filosofisnya.
"Ini bukan sekadar busana. Pakaian Adat Bangsawan Diraja Nusantara memuat silsilah, wibawa, dan tanggung jawab menjaga peradaban. Sabda ini kami anugerahkan sebagai wujud kepercayaan menjaga api adat agar tetap menyala untuk anak cucu," demikian petikan Sabda *KDYMM Yang Dipertuan Agung Diraja Nusantara Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza, FW, PhD - Maharaja Kutai Mulawarman*.
*PERNYATAAN PENERIMA AMANAH*
"Saya terima Sabda dan amanah ini dengan Bismillah. Ini tanggung jawab besar untuk menjaga, melestarikan, dan mengamalkan nilai-nilai adat leluhur dengan adab dan kesungguhan," ujar *Raden Ayu Tati Hayati* usai menerima anugerah.
*SINERGI ADAT DAN NKRI*
Prosesi yang diiringi pusaka, tetabuhan, dan doa bersama ini menegaskan komitmen Diraja Nusantara dalam menjaga kehormatan adat warisan peradaban dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ke depan akan dilakukan koordinasi dengan Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham untuk perlindungan desain Pakaian Adat Bangsawan Diraja Nusantara.
*NARAHUBUNG MEDIA:*
*Kantor Sabda KDYMM Yang Dipertuan Agung Diraja Nusantara*

Komentar via Facebook