GKR Hemas Murka Kasus Bolosego: Keistimewaan Jogja Jangan Disalahartikan, Ini Jogja Istimewa!

GKR Hemas Murka Kasus Bolosego: Keistimewaan Jogja Jangan Disalahartikan, Ini Jogja Istimewa!

Yogyakarta — Kasus pungutan liar yang menimpa food truck restoran Bolosego di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta memancing reaksi sekaligus sindiran tajam dari Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Dalam sambutannya di acara Sapa Aruh, Jumat (25/9/2026), Ia menyebut preman di Jogja ternyata “istimewa” dan layak disebarkan ke seluruh negeri.

 

“Baru soal Alun-alun Kidul saja, saya ditelepon dari Medan, dari Kalimantan, semua bertanya: ‘Bagaimana ini Bu?’,” ujar GKR Hemas disambut gelak tawa warga.

 

“Memang benar di mana-mana ada preman, tapi kalau preman di Jogja ini memang istimewa. Jadi memang harus diviralkan ke seluruh Indonesia,” tambahnya bernada satir.

 

Kasus ini mencuat setelah pemilik Bolosego mengaku dipungut biaya parkir sebesar Rp 1 juta per hari — setelah ditawar — padahal telah mengantongi izin resmi dari Keraton Yogyakarta. Awalnya juru parkir meminta Rp 2,5 juta per hari. Rencana berjualan selama 5 hari akhirnya batal di tengah jalan karena pungutan terus berdatangan.

 

GKR Hemas juga mengingatkan bahwa kekuatan utama Jogja terletak pada kerukunan warga.

 

“Jogja tak akan terpecah selama rukun. Mau ada demonstrasi sebesar apa pun, kalau masyarakat bersatu, tak akan goyah,” tegasnya.

 

Kasus ini kini ditangani pihak berwenang. Uang sebesar Rp 3 juta telah dikembalikan, 5 saksi diperiksa, dan pengelolaan parkir di Alkid akan dialihkan ke sistem digital. By (Njm)