GARUT KEMBALI KEPADA JATI DIRINYA SEJATI DI HUT 212 TAHUN 2025
Garut, mahardikanusantara.id - LAPORAN KEPADA Lembaga Adat Besar Republik Indonesia dari Dewan Adat Kabupaten Garut menghadiri Undangan Seminar yang diadakan oleh Universitas Garut tema UNCLOCK THE KEY Fakultas Ekonomi pada Kamis (23 Januari 2025).
Kepala Adat Besar RI Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza. FW, PhD menerima laporan bahwa dengan menghadirkan empat narasumber, di antaranya Ketua Dewan Adat Kabupaten Garut (DAKG) Dr. (HC) Cepi Kusuma, S.Pd., serta Panji Topan (Magister Filologi), Drs. Warjita, dan Dadan Khaerudi.
Kami Dewan Adat Kabupaten Garut membawa tema GARUT LAIN KAKARUT yang juga mempunyai makna membuka kunci kebenaran mengenai sejarah Garut yang sekarang sangat melenceng dari Falsapah hidup Leluhur Kami, Sejarah garut yang sekarang di ketahu oleh semua masyarakat Garut juga oleh orang diluar garut bahkan seantero Indonesia pun luar negeri meyakini bahwa Garut berasal dari bahasa KAKARUT atau tergoresnya tangan hingga oleh duri dari pohon semacam putri malu yang berada di lokasi yang sekarang menjadi pendopo Garut sehingga pekerja yang berdarah itu ditanya sama orang Belanda "kenapa tangannya berdarah? Kata pekerja nya menjawab KAKARUT tuan,, ohh Gagarut ya, maka tempat itu dinamakan Garut" Hal ini telah bukukan dan di terbitkan oleh pemerintah Daerah Garut sehingga sampai sekarang ketika kita cari di internet asal mula Garut pasti muncul Garut berasal dari KAKARUT.
Selama ini warga Garut tidak menerima merasa rendah sebagai dengan sebutan itu, juga aparatur pemerintah juga sangat merasa risi karenanya, Akan tetapi tidak ada bukti secara otentik keberadaan sejarah Garut yang sebenarnya sehingga untuk merubah sejarah yg sudah di Perdakan itu belum bisa dirubah, Ini bukan kesalahan pemerintah dan pemerintah Kabupaten Garut pun tetap menggali kebenaran dari sejarah itu.
DAKG pun hadir untuk membantu pemerintah dan dinas yang bersangkutan untuk meneliti serta menemukan sejarah yang sebenarnya Berkat kerja keras juga kerja sama tim selam bertahun tahun akhirnya kami DAKG menemukan bukti2 valid tentang Garut pada masa silam,dan kami mempersembahkan karya Besar ini untuk Garut yang kami Cintai.
Kami menemukan bukti dari peta Ciela yang dibuat tgl 26 April 1641 Masehi menunjukan keberadaan Garut terhimpit oleh 3 aliran sungai yaitu sungai Cipejeh, Ciwalen yang bermuara di Cimanuk, juga diperjelas oleh peta tahun 1760 de haan yaitu Garut bagian peta Timbanganten yg di clim oleh Bandung juga dalam kamus ln leden 1809 disana dijelaskan bahwa Garut menjadi Ibu kota pasanggrahan, maka ketika Limbangan dijadikan kabupaten kembali thn 1813 sebelum itu Garut sudah ada jadi DAKG patahkan bahwa GARUT lain KAKARUT.
Kajian kami dapat dipertanggung jawabkan secara ademisi atau pun tradisi adat. Sebagai generasi leluhur kita punya kewajiban untuk meluruskan sejarah juga menciptakan sejarah yang lebih baik agar anak Cucu kita tidak belok melangkah jauh dari rel tatanan hidup yang sebenarnya. Garut punya sejarah panjang juga luhung akan tetapi sangat ironis ketika mengagungkan peradaban Garut masa lalu tp sejarah Garut hanya dari kejadian KAKARUT itu tidak ada maknanya sedikitpun, maka dengan terbukanya sejarah Garut yang menjadi ibukota kabupaten sekarang ini dipastikan ada energi Positif yg besar yang bisa meperbaiki hal2 yg kurang baik menjadi GARUT HEBAT. (MMN).

Komentar via Facebook