Dikeroyok Massa Saat Pengembangan Kasus Narkoba di Cilincing, Anggota Polsek Babelan Bekasi Alami Luka Sobek
JAKARTA – Seorang anggota Polsek Babelan Polres Metro Bekasi menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok massa saat melakukan pengembangan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (27/5/2026) malam.
Korban yang diketahui bernama Aipda Richi Surahman ini mengalami luka sobek di bagian belakang kepala hingga harus mendapatkan 1 jahitan serta luka sobek di tangan kanan yang memerlukan 11 jahitan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di kawasan Kampung Bedeng RT 013/001, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, tepatnya di sekitar pinggir tanggul WIKA.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun redakai, sebelumnya tiga personel Polsek Babelan yang dipimpin Aipda Richi Surahman melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial Hendri Kurniawan (29), yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba di kawasan Jalan Akses Marunda.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku mendapatkan narkoba dari wilayah Gang BS, Kalibaru, Cilincing. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim kemudian bergerak menuju lokasi yang disebutkan guna melakukan pengembangan kasus.
Setibanya di lokasi, situasi mendadak memanas. Warga yang semula berada di sekitar bedeng langsung berlarian membubarkan diri. Tidak lama kemudian, sejumlah orang kembali datang sambil membawa senjata tajam dan berupaya mendatangi anggota kepolisian.
Melihat situasi yang tidak kondusif dan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, anggota berupaya meninggalkan lokasi. Namun salah satu personel terjatuh dan langsung menjadi sasaran penganiayaan massa.
Akibat kejadian tersebut, Aipda Richi Surahman mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan akibat benda tajam maupun pukulan massa. Sementara itu, dua anggota lainnya yakni Aipda Ferdinand Haris Simbolon dan Bripka Amin Sunandar turut menjadi saksi dalam insiden tersebut.
Diketahui, ketiga personel Polsek Babelan yang melakukan pengembangan kasus narkoba itu tidak dibekali senjata api saat berada di lapangan.
Redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni dan Kapolsek Babelan Kompol Wito. Namun hingga berita ini ditulis, keduanya belum merespons.

Komentar via Facebook