Azis Arjoso: Kembali ke UUD 1945 Murni Adalah Meluruskan Kembali Rel Bernegara yang Telah Anjlok

Azis Arjoso: Kembali ke UUD 1945 Murni Adalah Meluruskan Kembali Rel Bernegara yang Telah Anjlok

 

JAKARTA - Dukungan untuk kembali kepada UUD 1945 yang murni dan konsekuen terus menguat. Putra pejuang konstitusi, Azis Arjoso, menegaskan bahwa perjuangan ayahnya, Amin Arjoso, adalah tentang kebenaran arah rel dan jalur bernegara.

 

Menurut Azis, bernegara itu seperti kereta api. UUD 1945 yang asli adalah REL-nya, dan Pancasila adalah kompasnya. Jika rel bengkok atau diganti tanpa prosedur yang sah, maka kereta bernama Indonesia pasti akan anjlok.

 

"Inilah yang terjadi dengan UUD 2002. Rel asli bangsa ini telah dibongkar secara manipulatif oleh MPR 1999-2004 dengan dalih amandemen. Padahal Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang mengembalikan kita ke UUD 1945 murni tidak pernah dicabut. Maka secara hukum, UUD 2002 itu CACAT HUKUM," tegas Azis Arjoso, putra dari Amin Arjoso sekaligus tim penyusun buku "Pemikiran dan Perjuangan Amin Arjoso Menegakkan Kembali UUD '45" (Yayasan Kepada Bangsaku).

 

Azis Arjoso membeberkan 3 Kebenaran Arah Rel Bernegara sesuai buku perjuangan ayahnya:

 

1. REL UTAMA: UUD 1945 Asli adalah Rel Keselamatan

Rel ini dibangun oleh para pendiri bangsa dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong. Selama di atas rel ini, Indonesia kokoh dan berdaulat. Ketika rel diganti menjadi UUD 2002 yang liberal, individualistik, dan pro-asing, kereta bangsa mulai oleng.

 

2. JALUR YANG ANJLOK: Bukti Kereta Telah Keluar Jalur

 

Buktinya hari ini: kesenjangan ekonomi melebar, kedaulatan sumber daya alam tergadaikan, demokrasi menjadi mahal dan transaksional, serta persatuan melemah. Ini adalah ciri kereta yang sudah keluar dari rel Pancasila dan UUD 1945 murni.

 

3. SOLUSI TEGAS: Kembalikan Kereta ke Rel Semula, Sempurnakan dengan Adendum

"Jangan memperbaiki kereta yang anjlok di atas rel yang salah. Kembalikan dulu keretanya ke REL YANG BENAR, yaitu UUD 1945 murni, baru kemudian kita sempurnakan dengan adendum sesuai kebutuhan zaman. Itu konsepsi CERDAS dan BERINTEGRITAS," jelasnya.

 

Azis menegaskan, perjuangan ini bukan nostalgia, melainkan koreksi total untuk menyelamatkan arah perjalanan bangsa.

 

"Jika rel diluruskan kembali, maka seluruh gerbong - ekonomi, politik, hukum, sosial - akan berjalan TEGAS, LUGAS, dan TUNTAS menuju tujuan kemerdekaan. Inilah kebenaran arah bernegara yang diperjuangkan Bapak Amin Arjoso, dan wajib kita lanjutkan. ALLAHU AKBAR!" tutup Azis Arjoso.