APGI 3T Terpencil Bermalam di Halaman BGN, Menunggu Kepastian SPPG Terpencil

APGI 3T Terpencil Bermalam di Halaman BGN, Menunggu Kepastian SPPG Terpencil

mahardikanusantara.id - Sejumlah peserta Apel Menagih Janji dari Asosiasi Pangan Gizi Indonesia Wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (APGI 3T Terpencil) memilih bermalam di halaman gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, setelah belum memperoleh kepastian terkait keberlanjutan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Terpencil JAKARTA, 27 Agustus 2026

 

Peserta bertahan setelah mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi. Mereka datang dari sejumlah daerah di Indonesia untuk meminta kejelasan mengenai operasional SPPG, mekanisme pembayaran, serta petunjuk teknis yang menjadi dasar pelaksanaan program

APGI 3T Terpencil menyatakan hingga Kamis, 27 Agustus, peserta yang masih bertahan di lokasi belum ditemui pejabat BGN secara langsung.

 

Keputusan untuk bermalam di halaman BGN disebut bukan bagian dari agenda awal. Peserta mengatakan mereka memilih bertahan karena sebagian tidak lagi memiliki kemampuan untuk membayar biaya penginapan selama menunggu kepastian.

“Kami sebenarnya tidak ingin bermalam di sini. Kami datang ke Jakarta untuk mendapatkan kepastian. Banyak yang datang dari daerah jauh dan tidak memiliki kemampuan untuk terus membayar hotel,” kata seorang perwakilan APGI 3T.

Datang dari Berbagai Daerah

Peserta APGI 3T berasal dari berbagai wilayah, termasuk kawasan yang secara geografis jauh dari Jakarta.

Kedatangan mereka berkaitan dengan persoalan SPPG 3T yang telah dipersiapkan di daerah masing-masing. Menurut APGI 3T, terdapat investasi, persiapan dapur dan tenaga kerja yang telah dilakukan sebelum adanya kepastian mengenai pelaksanaan operasional.

Mereka kemudian membawa tiga pertanyaan utama ke Jakarta: kapan SPPG 3T mulai beroperasi, kapan pembayaran dilakukan, dan juknis apa yang menjadi dasar pelaksanaan.

 

APGI 3T Terpencil meminta jawaban tersebut disampaikan secara jelas, termasuk mengenai waktu dan mekanisme pelaksanaannya.

“Kami datang bukan untuk mencari masalah. Kami ingin berdialog dan mencari jalan keluar. Tetapi kami membutuhkan kepastian yang jelas agar kami dapat mengambil keputusan di daerah,” ujar perwakilan APGI 3T Terpencil

Menunggu Kepastian dari BGN

Peserta juga berharap pergantian kepemimpinan di BGN dapat membuka ruang penyelesaian terhadap persoalan yang mereka hadapi.

Mereka berharap Kepala BGN Sudaryono dapat melihat langsung kondisi peserta yang masih bertahan di halaman kantor dan membuka dialog mengenai keberlanjutan SPPG 3T.

Bagi peserta, perjalanan ke Jakarta telah menghabiskan waktu dan biaya. Karena itu, mereka berharap kepulangan ke daerah tidak kembali dilakukan tanpa kejelasan.

APGI 3T Terpencil menegaskan akan tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan membuka ruang komunikasi dengan pemerintah.

Hingga Kamis, 27 Agustus 2026, sejumlah peserta masih bertahan di halaman gedung BGN.

Mereka menunggu jawaban atas tiga hal yang sejak awal menjadi tuntutan utama: kepastian operasional SPPG 3T, mekanisme pembayaran, dan dasar juknis pelaksanaan